· Islam meminjam dari Yudaisme, Kekristenan dan Zoroastrianisme
· Tanggapan Muhammad yang penuh kemarahan atas tudingan bahwa ia meminjam materi
· Hal-hal tambahan untuk kenabian: wahyu-wahyu yang menenteramkan
· Efek negatif terhadap kaum wanita dan yang lainnya oleh karena wahyu-wahyu yang menenteramkan
· Apologetika Islam berusaha untuk menjelaskan tulisan-tulisan yang menggusarkan dalam tradisi Islam.
MEMINJAM DARI YUDAISME
Salah-satu tantangan yang terberat terhadap klaim Muhammad sebagai seorang nabi, baik selama 23 tahun karirnya dan di sepanjang sejarah Islam, adalah ketergantungannya yang sangat jelas terlihat pada Yahudi, Kristen dan sumber-sumber lainnya.
Banyak pengamat di sepanjang sejarah telah memperhatikan banyak kesamaan antara Islam dan Yudaisme, termasuk monoteisme “murni”, urutan nabi-nabi, proliferasi hukum, arah kiblat ke kota suci saat bersembahyang, dan banyak lagi. Tidak diragukan lagi Muhammad mempunyai kontak yang ekstensif sebagai seorang pedagang muda, demikian pula saat ia menjadi nabi, dengan suku-suku Yahudi yang kuat di dalam dan di sekitar kota Mekkah. Muhammad menghormati mereka dan berusaha mendapat restu mereka untuk misi profetisnya.
Pada kenyataannya, Muhammad menempatkan dirinya sendiri setara di dalam sejarah keselamatan orang Yahudi. Dalam rekaan Qur’an, Muham-mad adalah nabi yang terakhir dan terbesar di sepanjang jajaran para nabi yang juga terdapat dalam Alkitab dan yang lainnya.
Setelah Setan menipu Adam dan Hawa sehingga berpaling dari kebenaran (sebuah kisah yang langsung dikutip dari Kitab Kejadian, dengan modifikasi-modifikasi dan penambahan-penambahan penting), Allah mengutus nabi-nabi-Nya untuk memanggil umat-Nya agar kembali kepada penyembahan yang benar. Beberapa bagian dalam Qur’an mendaftarkan figur para nabi, baik yang tercantum dalam kitab suci Yahudi maupun Kristen:...(Sura 6:84-86). Allah menambahkan Muhammad ke dalam bilangan ini:...(Sura 4:163).
Bersama dengan para nabi Alkitab, Qur’an penuh dengan kisah-kisah dari Alkitab. Sura ke-12 menceritakan kisah Yusuf dan saudara-saudaranya, walaupun ...signifikansi Israel sebagai sebuah bangsa.
Bahtera Nuh muncul dalam Sura 10; Yunus dan ikan pausnya dalam Sura 37. Figur Musa sangat mewarnai keseluruhan kitab – terutama dalam satu seri kisah alegoris dalam Sura 18. Kita dapat berharap, jika Muhammad sedang berusaha untuk mempresentasikan dirinya sebagai salah satu nabi dalam jajaran para nabi dalam Alkitab, maka ia akan mengulang sedikitnya beberapa materi Alkitab. Tetapi beberapa kisah dan detil dalam Qur’an mengenai karakter-karakter Alkitab sebenarnya berasal dari sumber-sumber di luar Alkitab itu sendiri – terutama, Talmud.
· Tanggapan Muhammad yang penuh kemarahan atas tudingan bahwa ia meminjam materi
· Hal-hal tambahan untuk kenabian: wahyu-wahyu yang menenteramkan
· Efek negatif terhadap kaum wanita dan yang lainnya oleh karena wahyu-wahyu yang menenteramkan
· Apologetika Islam berusaha untuk menjelaskan tulisan-tulisan yang menggusarkan dalam tradisi Islam.
MEMINJAM DARI YUDAISME
Salah-satu tantangan yang terberat terhadap klaim Muhammad sebagai seorang nabi, baik selama 23 tahun karirnya dan di sepanjang sejarah Islam, adalah ketergantungannya yang sangat jelas terlihat pada Yahudi, Kristen dan sumber-sumber lainnya.
Banyak pengamat di sepanjang sejarah telah memperhatikan banyak kesamaan antara Islam dan Yudaisme, termasuk monoteisme “murni”, urutan nabi-nabi, proliferasi hukum, arah kiblat ke kota suci saat bersembahyang, dan banyak lagi. Tidak diragukan lagi Muhammad mempunyai kontak yang ekstensif sebagai seorang pedagang muda, demikian pula saat ia menjadi nabi, dengan suku-suku Yahudi yang kuat di dalam dan di sekitar kota Mekkah. Muhammad menghormati mereka dan berusaha mendapat restu mereka untuk misi profetisnya.
Pada kenyataannya, Muhammad menempatkan dirinya sendiri setara di dalam sejarah keselamatan orang Yahudi. Dalam rekaan Qur’an, Muham-mad adalah nabi yang terakhir dan terbesar di sepanjang jajaran para nabi yang juga terdapat dalam Alkitab dan yang lainnya.
Setelah Setan menipu Adam dan Hawa sehingga berpaling dari kebenaran (sebuah kisah yang langsung dikutip dari Kitab Kejadian, dengan modifikasi-modifikasi dan penambahan-penambahan penting), Allah mengutus nabi-nabi-Nya untuk memanggil umat-Nya agar kembali kepada penyembahan yang benar. Beberapa bagian dalam Qur’an mendaftarkan figur para nabi, baik yang tercantum dalam kitab suci Yahudi maupun Kristen:...(Sura 6:84-86). Allah menambahkan Muhammad ke dalam bilangan ini:...(Sura 4:163).
Bersama dengan para nabi Alkitab, Qur’an penuh dengan kisah-kisah dari Alkitab. Sura ke-12 menceritakan kisah Yusuf dan saudara-saudaranya, walaupun ...signifikansi Israel sebagai sebuah bangsa.
Bahtera Nuh muncul dalam Sura 10; Yunus dan ikan pausnya dalam Sura 37. Figur Musa sangat mewarnai keseluruhan kitab – terutama dalam satu seri kisah alegoris dalam Sura 18. Kita dapat berharap, jika Muhammad sedang berusaha untuk mempresentasikan dirinya sebagai salah satu nabi dalam jajaran para nabi dalam Alkitab, maka ia akan mengulang sedikitnya beberapa materi Alkitab. Tetapi beberapa kisah dan detil dalam Qur’an mengenai karakter-karakter Alkitab sebenarnya berasal dari sumber-sumber di luar Alkitab itu sendiri – terutama, Talmud.